PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN TEKNOLOGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK GRANULE DENGAN MESIN NEW GRANULATOR UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN DI MASA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 DI DESA PARE, KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI

Kegiatan pemberdayaan ini merupakan kerjasama antara Grup Riset P4GKM dengan Grup Riset Sosial Ekonomi Peternakan yang dilaksanakan oleh tim pengabdian antara lain Prof. Suwarto, Aqni Hanifa, SPt., MSi, drh. Endang Tri Rahayu dibantu oleh Shanti Emawati, SPt., MP, Dr. Winny Swastike, Ayu Intan Sari, SPt., MSc serta mahasiswa-mahasiswa Prodi Peternakan. Kegiatan ini bersumber dari dana Kemenristek/BRIN dengan skim Program Kemitraan Masyarakat tahun anggaran 2021. Latar belakang kegiatan ini adalah

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Wonogiri berdampak krisis pada berbagai sektor, dari kesehatan hingga ekonomi. Total karyawan dirumahkan dan di-PHK mencapai 2.206 orang (Solo Pos, 2020) Hal ini menyebabkan masyarakat tidak memiliki pendapatan. Upaya pemulihan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan new normal di beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri, salah satunya di Kecamatan Selogir. Desa Pare merupakan salahsatu desa di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang memiliki populasi ternak sapi potong cukup tinggi. Upaya pengembangan usaha sapi potong di desa tersebut dengan membentuk KTT Tani Rejo dan KTT. Sumber Harapan. Kendala yang dihadapi peternak di KTT Tani Rejo dan KTT Sumber Harapan adalah dampak pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan peternak rendah akibat permintaan daging sapi/ternak sapi menurun, sehingga diperlukan alternatif usaha lain untuk meningkatkan pendapatan, pupuk yang digunakan oleh peternak kurang efisien dalam memupuk tanaman sehingga hasilnya kurang optimal, sebagian peternak yang tergabung dalam KTT belum memanfaatkan limbah urine secara optimal untuk diolah menjadi pupuk organik cair sehingga hasilnya kurang optimal, terjadi pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah yang kurang optimal sehingga mempengaruhi kesehatan ternak sapi dan peternak sehingga produktivitas ternak rendah sehingga diperlukan instalasi penampung limbah kotoran ternak agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu produktivitas ternak.

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak melalui aplikasi pelatihan teknologi produksi pupuk organik granule dan pupuk cair sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak. Metode kegiatan ini adalah melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan pelatihan teknologi produksi pupuk organik granule dan pupuk cair serta demplot pupuk organik granule dan pupuk cair. Bahan-bahan yang digunakan  dalam  proses  pembuatan  pupuk  organic  granul  antara  lain  kotoran  ternak,  urea, stardec, dan kapur pertanian. Bahan-bahan proses pembuatan pupuk organic cair antara lain urine, empon-empon (lengkuas, temu ireng, jahe, kencur, kunir, sambiloto, bawang putih, dlingo dan bengle), tetes dan   EM4. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan peternak setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organic granule dan pupuk cair dan tersedianya mesin granulator di KTT. Sumber Harapan dan KTT. Tani Rejo untuk proses pembuatan pupuk organik granule. Luaran dari kegiatan dari pengabdian ini adalah dihasilkan teknologi tepat guna mesin granulator serta draft jurnal Agrihealth P4GKM LPPM UNS serta peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peternak anggota KTT Tani Rejo dan KTT Sumber Harapan serta diterbitkan di media massa/repository P4GKM UNS.

serah terima mesin new granulator

KEGIATAN PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PUPUK ORGANIC CAIR DAN PADAT DI NGARGOYOSO KARANGANYAR

Pada tahun 2019, tim pengabdian kepada masyarakat UNS yang terdiri dari Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D. dan Rendi Fathono Hadi, S.Pt., M.Si. melakukan kegiatan difusi teknologi pengolahan pakan pada peternak yang ada di wilayah kecamatan Ngargoyoso Kab Karanganyar. Kegiatan tersebut dibiayai oleh PNBP UNS dengan judul “Teknologi Pengolahan Pupuk Padat dan Cair Berbahan Baku Limbah Feses dan Urin pada Kelompok Ternak Sapi Potong pada kelompok ternak sapi potong

Mitra yang dibina dalam penerapan program PKM ini adalah Kelompok Tani Ternak (KTT) “Plawan Makmur” di Desa Girimulyo dan KTT Gemah Ripah Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  KTT ini sementara ini hanya dibina oleh petugas penyuluhan Dinas Peternakan Karanganyar, yang menangani banyak wilayah. Kelompok Usaha Tani Ternak ini merupakan wadah bagi para petani peternak yang mempunyai usaha ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) dengan skala yang kecil.  Kenyataan yang ada di daerah pedesaan, pada umumnya usaha ternak ruminansia dilakukan secara tradisional.  Sehingga perlu diusahakan suatu upaya introduksi inovasi IPTEK peternakan terapan yang sudah terbukti kehandalannya yang sesuai dengan kondisi dan situasi wilayah dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan petani peternak. 

Kelompok petani peternak di Desa Girimulyo dan Desa Berjo sudah lama melakukan usaha penggemukan sapi potong, namun karena dilaksanakan dengan cara-cara tradisional, maka produksinya sangat rendah, bahkan kalau dihitung secara ekonomi, usaha yang mereka lakukan sama sekali tidak menghasilkan keuntungan. Untuk itu perlu adanya sentuhan teknologi, khususnya pakan termasuk pemberian konsentrat berbahan baku lokal dan pemberian urea mineral molases block (UMMB) sebagai pakan suplemen, serta penggunaan bibit yang berkualitas tinggi. UMMB merupakan pakan pemacu atau pakan tambahan/suplemen sumber protein (Non Protein Nitrogen) energi dan mineral yang banyak dibutuhkan ternak ruminansia, berbentuk padat yang kaya dengan zat-zat makanan. Bahan pembuat UMMB adalah urea, molases, mineral dan bahan-bahan lainnya yang memiliki kandungan protein dan mineral yang baik. Bentuk bahan pakan ini dapat diatur sesuai dengan selera pembuatnya, dapat dibuat berbentuk kotak persegi empat, berbentuk bulat (berbentuk mangkuk) atau bentuk-bentuk lain menurut cetakan yang digunakan dalam proses pemadatan. Tujuan pemberian UMMB adalah penambahan supplemen pada ternak, membentuk asam amino yang dibutuhkan oleh sapi juga untuk membantu meningkatkan pencernaan pakan yang sulit dicerna

Sambutan oleh ketua KTT dalam kegiatan pelatihan
Tim pengabdian menyampaikan materi pengolahan pupuk organik dalam kegiatan pelatihan
Monitoring kegiatan pengabdian oleh tim reviewer LPPM UNS

Pelatihan Pakan Fermentasi Jerami dan Silase Pada Kelompok Tani Ds Gentungan, Kec Mojogedang Karanganyar

Tim pengabdian kepada masyarakat RG-P4GKM UNS yang terdiri dari Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., Shanti Emawati, S.Pt., M.P., Ayu Intan Sari, S.Pt., M.Sc. dan Dr.dr. Anik Lerstari, M.Kes.. melakukan kegiatan difusi teknologi pengolahan pakan pada peternak yang ada di wilayah Kecamatan Mojogedang Kab Karanganyar pada bulan Agustus-September 2020. Kegiatan tersebut dibiayai oleh PNBP UNS dengan judul “Teknologi Pengawetan Hijauan Pakan Silase dan Fermentasi Jerami Padi Pada Kelompok Ternak Sapi Potong Di Karanganyar”  pada kelompok ternak sapi potong. Peternakan yang dikerjakan oleh peternak selama ini masih dilaksanakan secara tradisional, hanya menggantungkan pakan alami tanpa adanya sentuhan teknologi baik dalam pemberian pakan (kualitas, kuantitas maupun komposisi) maupun kualitas bibit. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu introduksi teknologi peternakan Sapi potong utamanya teknologi pengolahan pakan.

Mitra yang dibina dalam penerapan program pengabdian Grup Riset ini adalah Kelompok Tani Ternak (KTT) Tani Mulyo di Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  KTT ini sementara hanya dibina oleh petugas penyuluhan Dinas Peternakan Karanganyar, yang menangani banyak wilayah. Oleh karena itu diperlukan pendampingan dari lembaga/institusi lainnya utamanya Perguruan Tinggi untuk menerapkan teknologi tepat guna dalam masyarakat. Untuk itu perlu adanya sentuhan teknologi, khususnya teknologi pakan dengan pertimbangan bahwa pakan merupakan sarana produksi ternak terbesar dalam struktur biaya pemeliharaan Sapi potong. Dalam kegiatan ini sudah di lakukan pembinaan dalam pembuatan pengawetan hijauan silase dan fermentasi jerami padi. Beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan adalah dengan pelaksanaan FGD (Focus Group Discussion) dengan masyarakat dan pemerintah daerah agar diperoleh kerjasama yang sinergi dan Perguruan Tinggi. Kemudian dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan hijauan silase dan fermentasi jerami padi.

Webinar P4GKM #1: Design Thinking dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi sosial untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Pangan dan Pertanian Indonesia.

Pada Tanggal 13 Juni 2020, P4GKM yang bekerjasama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Ghent (PPI Ghent), Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belgia (PPI Belgia) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel sukses menyelenggarakan webinar dengan tema Design Thinking dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi sosial untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Pangan dan Pertanian Indonesia. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara Dr. Wahida Maghriby (Atase Pertanian KBRI Brussel) yang membawakan topik “Meningkatkan Daya Saing Produk Pangan dan Pertanian Indonesia”; Dr. Mujiyo (Dosen Fakultas Pertanian UNS, Peneliti P4GKM UNS) yang membawakan presentasi mengenai “Strategi dan Tantangan Pemberdayaan Masyarakat dan Petani bagi Perguruan Tinggi” serta Dr. Johanna Renny Octavia (Postdoctoral Researcher Ghent University, Belgia) yang menyampaikan topik “Design Thinking for Social Innovation”. Kegiatan ini dipandu oleh Dimas Rahadian Aji Muhammad, Ph.D (Dosen Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian UNS, Peneliti P4GKM UNS) dan Asharina Nabila (Master Student of IUPFOOD Programme/ Ketua PPI Ghent). Pada akhir kegiatan, Dr. Anik Lestari, dr. M.Kes. selaku Kepala P4GKM secara resmi meluncurkan Agrihealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health, sebuah jurnal pengabdian masyarakat yang dikelola oleh P4GKM. Kegiatan ini dihadiri sekitar 90 orang melalui platform Zoom dan disiarkan secara livestream melalui kanal Youtube milik PPI Ghent: https://www.youtube.com/watch?v=FVjmiedjnk8

KEGIATAN PENGABDIAN MELALUI TEKNOLOGI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN SUSU KAMBING DI DESA PURWOREJO KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN

Susu kambing merupakan jenis minuman yang bermanfaat bagi kesehatan karena kandungan nutriennya yang lengkap. Selain mudah rusak, produk susu kambing segar ini memiliki pangsa pasar sendiri karena tidak semua kalangan menyukai aroma dan rasa dari susu segar sehingga perlu adanya sentuhan teknologi agar produk susu ini tahan lama dan disukai oleh berbagai kalangan. Salah satunya melalui introduksi teknologi diversifikasi pengolahan susu kambing segar menjadi yoghurt, es krim dan kefir. Peluang pemasaran usaha diversifikasi produk olahan susu segar tersebut sangat menjanjikan sehingga kedepannya dapat dijadikan produk unggulan daerah.

Tim kegiatan pengabdian ini adalah Aqni Hanifa, SPt., MSi dan Ir. Susi Dwi Widyawati, MS yang berasal dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian UNS. Kegiatan pengabdian ini bertujuan utama mengembangkan diversifikasi produk olahan susu kambing segar (yoghurt, es krim dan kefir) yang merupakan teknologi baru untuk meningkatkan nilai tambah dari susu kambing segar dari segi kualitas produk (bergizi dan baik untuk kesehatan serta lebih tahan lama) dan segi ekonomi (meningkatkan nilai jual). Adapun mitra kegiatan PKM ini adalah KTT Mitra Karya Tani dan Kelompok Wanita Ternak (KWT) Ngudi Rahayu desa Purworejo kecamatan Gemolong kabupaten Sragen. Penentuan lokasi mitra menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja) dengan mempertimbangkan berbagai potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) di lokasi kegiatan serta urgensi pemecahan masalah. Program PKM ini sejauh mungkin melibatkan kelompok mitra dalam pelaksanaannya atau dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui focus group discussion, penyuluhan, transfer teknologi tepat guna (introduksi alat penunjang produksi), pelatihan dan percontohan. 

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dihadiri oleh 26 peserta dengan mayoritas peserta penyuluhan adalah perempuan yaitu sebanyak 22 orang atau 85%. Segmen umur peserta penyuluhan paling banyak berasal dari golongan umur 31-40 tahun sejumlah 9 orang atau 38%. Jenjang pendidikan peserta penyuluhan yang sebagian besar atau sebesar 58% adalah lulusan SMA. Kemampuan pemahaman dalam menjawab soal pre test dan post test menunjukkan peningkatan tingkat nilai sosial peternak sebesar 38%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini efektif, ditunjukkan dari respon peserta terhadap kegiatan penyuluhan dengan indikator peningkatan jawaban peserta yang antusias terhadap pertanyaan soal obyektif dan subyektif melalui pre test dan post test.

KEGIATAN PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TATAH SUNGGING KULIT MELALUI BRANDING STRATEGY BERBASIS LOCAL CULTURAL HERITAGE DI KABUPATEN SUKOHARJO

Kegiatan pemberdayaan pengrajin tatah sungging di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kab. Sukoharjo merupakan bagian dari Penelitian Unggulan Terapan UNS yang bekerjasama dengan pusat studi Puslitdesbangda. Tim pelaksana kegiatan ini adalah drh. Endang Tri Rahayu, MP., Prof. Dr. Ir. Endang Siti Rahayu, MS., Sutrisno Hadi Purnomo, SPt., MSi., PhD dengan dibantu Shanti Emawati, SPt., MP dan Ayu Intan Sari, SPt., MSc.

Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah yang memiliki potensi pada bidang kerajinan tatah sungging kulit dilihat dari masyarakat yang memiliki keahlian/ke trampilan seni tatah sungging serta permintaan yang tinggi, sehingga menunjukkan bahwa kerajinan tatah sungging kulit tersebut memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya pemberdayaan pengrajin melalui brand strategy kerajinan tatah sungging berbasis  local cultural  heritage  di  Kabupaten  Sukoharjo.  Tujuan  jangka panjang kegiatan ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kerajinan tatah sungging kulit menuju ekonomi kreatif. Target khusus kegiatan ini adalah publikasi jurnal ilmiah internasional dan perumusan model pemberdayaan melalui brand strategy berbasis kerajinan tatah sungging kulit di Kabupaten Sukoharjo. Manfaat kegiatan ini bagi pemangku kepentingan/stakeholders adalah dapat merancang dan melakukan evaluasi pelaksanaan program pemberdayaan pengrajin melalui brand strategy sebagai strategi pengembangan  industry  kreatif  secara  berkelanjutan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, survai dengan metode wawancara dan FGD. Desain penelitian menggunakan penelitian penjelasan (Explanatory research). Data dianalisis dengan : analisis deskriptif dan analisis Matriks House Of Quality (HOQ)  dan  Analisis  Prospektif.  Skala  penilaian  kriteria  pada  penelitian  ini  adalah Identifikasi   dan   Rating   Customer   dan   Engineering   Requirement   dengan   metode perbandingan   berpasangan   serta   Penilaian   Customer   dan   Engineering   Competitive Assesment. Hasil penelitan menunjukkan bahwa berdasarkan analisis House of Quality menunjukkan bahwa persyaratan teknis menjadi prioritas dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Berdasarkan matriks House of Quality, persyaratan teknis dengan bobot absolut dan bobot relatif terbesar adalah bahan baku. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan baku menjadi prioritas utama persyaratan teknis yang dapat dilakukan dan difokuskan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan.Peningkatan kualitas Tatah Sungging dengan metode Quality Function Deployment (QFD) dapat dilakukan dengan melakukan perbaikankualita sesuai dengan keinginan pelanggan. Kesimpulan kegiatan ini bahwa atribut kebutuhan dan keinginan pelanggan Tatah Sungging ada 17 yaitu jenis kulit, warna dasar kulit, ketebalan kulit, variasi produk, kedalaman pahatan, warna produk, desain (motif), harga produk, kehalusan pengerjaan, kerapian produk, kekuatan produk, ketersediaan produk, bahan kemasan produk, merek, kemudahan aksesbilitas, keramahan dan kesopanan pelayanan serta kecepatan pelayanan, sedangkan persyaratan teknis Tatah Sungging meliputi 7 yaitu bahan baku, pengolahan bahan baku, pahatan, pewarnaan, pengemasan, pemasaran dan pelayanan. Dari kegiatan ini disarankan adanya perbaikan  pada pengrajin Tatah Sungging yaitu memfokuskan perhatian pada atribut kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan  prioritas utama yaitu variasi produk dan  perlu memfokuskan perhatian pada persyaratan teknis  utama yaitu bahan baku.

Kegiatan pelatihan usaha pembibitan sapi potong sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis Village Breeding Center di Kecamatan Gondangrejo, Kab. Karanganyar.

Kegiatan pelatihan usaha pembibitan sapi potong berbasis village breeding center di Kecamatan Gondangrejo, Kab. Karangayar ini merupakan bagian dari penelitian Unggulan Terapan UNS dengan tim pelaksana adalah Ayu Intan Sari, SPt., MSc. Prof. Dr. Ir. Suwarto, MSi, Shanti Emawati, SPt., MP dibantu oleh Drh. Endang Tri Rahayu, MP dan Sutrisno Hadi Purnomo, SPt., MSi., PhD. Materi dalam kegiatan pelatihan ini disampaikan oleh pimpinan Jasindo tentang asuransi ternak sapi potong pembibitan, pimpinan BNI tentang kredit sapi potong pembibitan, praktisi Sulistyo, ST., MSi., dari akademisi yaitu Dr. Ir. Joko Riyanto, MP dan drh. Sunarto, MSi tentang reproduksi sapi pembibitan dan kesehatan ternak sapi

KEGIATAN PENGABDIAN DISEMINASI INSTALASI BIOGAS DENGAN TEKNOLOGI FIXED DOME SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR DAN PENGHASIL ENERGI PENGGERAK MESIN PENCACAH RUMPUT DI DESA GEDONG, KECAMATAN NGADIROJO, KABUPATEN WONOGIRI



Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yaitu drh. Endang Tri Rahayu, MP. , Shanti Emawati, SPt., MP. dan Fajar Danur Isnantyo, ST., MSc. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak melalui aplikasi pelatihan pembuatan pupuk organic bio slurry, dan perawatan dan pembangunan instalasi biogas dengan teknologi fixed dome.  Metode kegiatan ini adalah melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan serta demplot mengenai teknologi produksi pupuk organik berbasis bio-slurry dan biogas  penghasil bahan bakar dan energi pengerak mesin pencacah rumput. Bahan-bahan  yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk organic berbasis bioslurry adalah slurry yang berasal dari limbah biogas beserta kapur pertanian/dolomit. Pembangunan instalasi biogas dengan teknologi fixed dome meliputi  6 bagian utama dari sebuah digester: inlet (tangki pencampur) sebagai tempat kotoran hewan masuk, reaktor (ruang pencernaan anaerob), penampung gas (ruang penyimpanan), outlet (ruang pemisah), sistem pengangkut gas dan lubang kompos kotoran hewan yang telah hilang gasnya/bio-slurry,

Hasil kegiatan pengabdian ini adalah telah terjadi peningkatan pengetahuan peternak dalam pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik dan perawatan biogas yang terlihat dari nilai post test yang mengalami peningkatan. Selain itu telah dilakukan pembangunan instalasi biogas dengan teknologi fixed dome sebagai penghasil bahan bakar maupun penggerak mesin pencacah di Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.









KEGIATAN PENGABDIAN MELALUI PELATIHAN BERBASIS APLIKASI TEKNOLOGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK BERBASIS BIO-SLURRY DAN INSTALASI BIOGAS DI DESA PARE, KECAMATAN SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI

kegiatan ini dilaksanakan tim pengabdian Prof. Suwarto, MSi., Dr. Ir. Mujiyo, SP, drh. Endang Tri Rahayu, MP dengan sibantu Shanti Emawati, SPt., MP. dan Sulistyo, ST., MSi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak melalui aplikasi pelatihan pembuatan pupuk organic bio slurry serta biogas sehingga meningkatkan pendapatan peternak. Metode kegiatan ini adalah melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan serta demplot mengenai teknologi produksi pupuk organik dan biogas. Pembangunan instalasi biogas meliputi  6 bagian utama dari sebuah digester: inlet  sebagai tempat kotoran hewan masuk, reaktor, penampung gas, outlet, sistem pengangkut gas dan lubang kompos kotoran hewan yang telah hilang gasnya/bio-slurry. Bahan-bahan yang digunakan untuk pelatihan pembuatan pupuk organic dari limbah biogas (slurry) adalah slurry dan dolomit/kapur pertanian sebanyak 5-10%. Bahan-bahan  yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk organic cair adalah urine, empon-empon (lengkuas, temu ireng, jahe, kencur, kunir, sambiloto, bawang putih, dlingo dan bengle), tetes dan  EM4. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah telah dibangun instalasi biogas yang dilengkapi 1 paket kompor. Instalasi biogas yang telah menyala menghasilkan biogas sebagai bahan bakar untuk memasak. Limbah biogas/slurry yang dihasilkan telah diproses menjadi pupuk organik. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diikuti peternak telah dilaksanakan dengan baik. Jumlah kehadiran peternak dalam kegiatan penyuluhan relatif tinggi, hal ini menunjukkan bahwa peternak memiliki minat yang besar untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan terkait dengan biogas. Berdasarkan hasil prestes dan postest yang diikuti oleh peternak menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peternak setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan

KEGIATAN PELATIHAN KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI PAKAN BERBASIS LIMBAH PERTANIAN DI DESA KEBONAGUNG, KECAMATAN SIDOHARJO, KABUPATEN WONOGIRI

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dr, Diffah Hanim, MSi., Ir. Sudiyono, MS dibantu Shanti Emawati, SPt., P, drh. Endang Tri Rahayu, MP., Sulistyo, ST., MSi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak melalui aplikasi teknologi pakan untuk meningkatkan pendapatan peternak sehingga kesejahteraan peternak meningkat. Metode kegiatan PKM ini adalah melalui Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan teknologi penyusunan ransum dengan suplemen Growth Promoting Feed Supplement (GPFS) serta demplot pemeliharaan sapi. Hasil dari penyusunan ransum tersebut diberikan kepada ternak sapi selama pemeliharaan 2 bulan dengan jumlah sapi 4 ekor. Kemudian diukur kenaikan berat badan ternak untuk mengetahui peningkatan produktivitas dan performa ternak sapi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah telah dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan tentang pakan dan demplot pemeliharaan ternak sapi yang diberi pakan GPFS. Berdasarkan hasil pretest dan post test terjadi peningkatan pengetahuan peternak setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Selain itu terjadi peningkatan berat badan ternak sapi potong setelah diberi pakan GPFS.